Tutorial Kekinian: News
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Mei 2018

Keren, Instagram Tambah Fitur Video Chat, Bisa Bergabung dengan 4 Pengguna Sekaligus?

Hasil gambar untuk instagram
Hallo kawan kawan , kali ini saya akan ngasih tau nih , apa fitur baru yang ada pada aplikasi popular saat iini , yaitu INSTAGRAM
Yuukk di baca lagi sampe bawah :)

Instagram baru saja mengumumkan tambahan sejumlah fitur baru di ajang developer conference F8 di San Jose, Amerika Serikat.

Salah satunya adalah fitur video chat yang bakal bisa digunakan oleh para pengguna untuk ngobrol dengan teman-teman.

“Lebih dari 100 juga pengguna Instagram menonton atau berbagi video Live tiap hari.

Tapi kami dengar bahwa para anggota komunitas kadang ingin melakukan video real time dengn grup yang lebih kecil,” sebut Instagram dalam sebuah posting di laman blog miliknya.

Fitur video chat bakal menjadi bagian dari tool pengiriman pesan Instagram.

Cara menggunakannya adalah dengan menekan ikon kamera yang baru di pojok kanan atas sebuah jendela percakapan yang terbuka.

Video chat bisa dilakukan secara one-on-one antara satu pengguna dengan pengguna lain, atau dengan beberapa orang sekaligus dalam sebuah grup kecil.


TERIMAKASIH
SUMBER : TRIBUNNEWS

Editor: Firmauli Sihaloho

Kamis, 22 Maret 2018

Facebook Bocor, Komisi I Segera Bahas UU Perlindungan Data Serta Mark Zuckerberg Janjikan Ini Usai Bocornya Data Facebook

Facebook Bocor, Komisi I Segera Bahas UU Perlindungan Data



Halo kawan kawan , maaf auth jarang share ke teman teman , kali ini saya akan membahas tentang adanya kasus BOCORNYA DATA FACEBOOK , yang pertama tentang Pembahasan UU perlindungan data yang saya ambil dari SUMBER
Kebocoran data 50 juta akun pengguna jejaring sosial Facebook ke pihak ketiga mengejutkan warga dunia, termasuk Indonesia. Untuk mencegah agar tidak semakin meluasnya kebocoran data tersebut, Anggota Komisi I DPR Dave Laksono mengatakan saat ini DPR sedang membentuk panitia kerja (Panja) terkait perlindungan data pribadi.
"Sudah dibentuk panjanya, akan segera bekerja dan kita buat UU-nya," kata Dave saat dihubungi Republika, Kamis (22/3).
Dave mengatakan saat ini di masyarakat, banyak pembahasan mengenai bahaya kebocoran data tersebut. Politikus Partai Golkar tersebut mengutarakan mengenai pengungkapan pendapat melalui media sosial.
Dia mempertanyakan kekuatan media sosial untuk mengubah pandangan masyarakat, terutama dalam sebuah kontestasi politik. Terlepas dari itu, dia menegeaskan, hal yang menjadi perhatiannya terkait dengan kebocoran data pribadi kemudian disalahkan dalam berbagai kepentingan yang merugikan masyarakat. 
“Apakah kekuatan sosmed sebegitu kuat hingga dapat menggiring opini publik ke salah satu calon? Yang pasti data-data pribadi bila sampai bocor dan disalahgunakan hingga menimbulkan kerugian masyarakat itu perlu ditelisik karena ada pidananya," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai, perlu adanya perlindungan pada data pribadi, mengingat tren big data telah meluas ke berbagai lini. Masyarakat sadar atau tanpa sadar telah menyerahkan informasi personal ke berbagai layanan internet. 
Untuk itu, kehadiran Rancangan Undang-Undang (UU) Perlindungan Data Pribadi dirasa semakin penting. “Perlindungan ini sangat perlu. Karena di negara-negara paling demokratis pun, perlindungan terhadap data pribadi itu diperlukan, sehingga tidak disalahgunakan untuk berbagai kepentingan,” kata Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (12/3) lalu.


Selanjutnya saya akan membahas  "Mark Zuckerberg Janjikan Ini Usai Bocornya Data Facebook"  yang berasal dari (SUMBER)


Chief Executive Facebook Mark Zuckerberg meminta maaf atas bocornya data 50 juta pengguna Facebook. Ia menjanjikan langkah yang lebih ketat untuk membatasi akses pengembang ke informasi pribadi pengguna Facebook.
"Ini adalah pelanggaran kepercayaan yang begitu besar. Saya benar-benar menyesal hal ini telah terjadi. Kami memiliki tanggung jawab dasar untuk melindungi data orang," kata Zuckerberg dalam wawancara dengan CNN, Rabu (21/3).
Zuckerberg mengatakan dalam sebuah unggahan di Facebook bahwa perusahaannya telah membuat kesalahan. Ia mengaku masih banyak yang harus diperbaiki agar hal ini tidak terulang kembali.

Menurut Zuckerberg, Facebook berencana melakukan penyelidikan terhadap ribuan aplikasi yang telah menggunakan platform Facebook. Ia juga akan membatasi akses pengembang ke data pengguna Facebook. Selain itu, ia akan memberi anggota alat yang memungkinkan mereka untuk menonaktifkan akses ke data Facebook dengan lebih mudah.
Dia mengaku bersedia menerima peraturan tambahan pemerintah dan bersaksi di hadapan Kongres AS jika diinginkan. Facebook juga berkomitmen untuk menghentikan campur tangan dalam pemilihan paruh waktu AS pada November mendatang dan pemilihan di India dan Brasil
Jaringan media sosial terbesar di dunia ini sedang menghadapi peningkatan pengawasan pemerintah di Eropa dan Amerika Serikat tentang tuduhan bahwa konsultan politik yang berbasis di London, Cambridge Analytica, mencuri data pengguna untuk kepentingan Donald Trump dalam Pemilu AS 2016 lalu.
Perusahaan telah kehilangan lebih dari 45 miliar dolar AS dari nilai pasar sahamnya selama tiga hari terakhir. Ini karena investor khawatir akan kegagalan Facebook untuk melindungi data pribadi penggunanya dapat menghambat iklan dan menciptakan regulasi yang lebih ketat.
Zuckerberg mengatakan kepada New York Times bahwa tidak banyak pengguna Facebook yang menghapus akun mereka karena skandal itu. Perwakilan Facebook, termasuk Wakil Kepala Pejabat Privasi Rob Sherman, bertemu staf Kongres AS selama hampir dua jam pada Rabu (21/3). Rencananya, pertemuan akan dilanjutkan di Capitol Hill pada Kamis (22/3).
Zuckerberg mengatakan kepada situs web Recode bahwa perbaikan untuk melindungi data pengguna akan menelan biaya jutaan dolar AS.
Christopher Wylie dari Cambridge Analytica mengatakan di Twitter bahwa dia telah menerima undangan untuk bersaksi di hadapan anggota parlemen AS dan Inggris. Menurut laporan dari surat kabar regional Jerman, Pemerintah Jerman meminta Facebook untuk menjelaskan apakah data pribadi dari 30 juta pengguna Facebook di negara itu dilindungi dari kegiatan ilegal pihak ketiga.

Terimakasih untuk para pembaca yang telah hadir menunggu informasi dari kami.
kami hanya seorang pelajar yang ingin mencoba menjadi penulis blog

Kamis, 15 Maret 2018

WhatsApp Resmikan Fitur Deskripsi Grup - Cara Memakainya

WhatsApp Resmikan Fitur Deskripsi Grup - Cara Memakainya

Hasil gambar untuk Whatsapp deskripsi grup

Hello Para pengguna whatsapp , kemarin whatsapp mempunyai UPDATE terbaru . update ini berupa fitur untuk di gunakan dalam grup . ini mereka yang tergabung dalam sebuah grup bisa menambahkan deskripsi atau keterangan grup. Fitur ini telah bisa dicoba melalui pembaruan aplikasi di Android.

Sumber (Detik.com)

"Anda kini bisa menambahkan deskripsi ke grup. Membuat anggota grup mengetahui informasi penting atau topik grup. Deskripsi grup juga bisa dilihat ketika mengundang seseorang melalui undangan link," ujar WhatsAppHasil gambar untuk Whatsapp deskripsi grup


Untuk memeriksa ketersediaannya, masuk ke sebuah grup percakapan, kemudian ketuk pada ikon tiga titik di pojok kanan atas, dan pilih Group Info. Cara termudahnya adalah dengan mengetuk dashboard grup yang kemudian diarahkan ke halaman informasi grup.

Di bawah foto profil grup dan nama grup itu sendiri, tertera opsi 'Add group description'. Jika memilih opsi itu maka penggunanya bisa menambahkan informasi seputar grup tersebut, termasuk tujuan dibuatnya grup atau informasi lainnya.

Berdasarkan uji coba SUMBER, deskripsi grup bisa ditambahkan oleh anggota grup meski ia bukan menjadi administrator di grup tersebut. Setelah menambahkan atau mengubahnya, akan muncul notifikasi di ruang obrolan bahwa seseorang telah mengubah deskripsi grup.

Selain menambahkan informasi berupa teks, pengguna WhatsApp juga bisa menambahkan emoji sebagai pemanis informasinya.


WhatsApp Resmikan Fitur Deskripsi Grup, Begini Cara Pakainya

Berdasarkan bocoran sebelumnya, fitur ini terlebih dahulu hadir untuk pengguna WhatsApp di Android. Sehingga jika pengguna iOS masih belum mendapatkannya, kemungkinan mereka bakal menerimanya dalam beberapa waktu ke depan.

WhatsApp juga menambahkan kemampuan lain berupa mengganti panggilan telepon atau video call atau sebaliknya dengan menekan tombol video saat melakukan panggilan.

Terimakasih Detik.com

Iklan